Aku tahu itu hanya mimpi. Bagi sebagian
orang, mimpi hanyalah bunga tidur. Bagi Freud dan Jung, mimpi adalah
refleksi dari pikiran kita sendiri yang terpendam. Sementara bagi
sebagian yang lain, mimpi adalah pembawa berita. Pembawa kabar yang tak
berbicara secara langsung, melainkan mempersilahkan kita untuk mencari
maknanya sendiri.
Aku menyukai Jung. Menyukai caranya dalam
menerjemahkan mimpi. Menurut Jung, setiap orang dapat menafsirkan mimpi
sesuai dengan pengalaman hidupnya. Mimpi bukan sesuatu yang ditafsirkan
secara saklek benar-salahnya. Ia hanyalah jendela, untuk menjenguk ke
dalam rahasia yang kita pendam sendiri, jauh di dasar benak, jauh dari
jangkauan orang lain; bahkan dari jangkauan diri. Ia adalah penyambung
antara alam dengan diri kita; sehingga yang terjadi di alam, dapat kita
baca.
Biasanya aku tak risau, sekalipun
dihampiri mimpi yang luar biasa buruknya. Karena aku belajar, bahwa
semua hal terkait dengan diri sendiri, dan bahwa kitalah pemegang
kendali. Bukan makhluk halus, bukan peri, bukan jin, bukan siapapun. Aku
menikmati cara berpikir yang menjadikan manusia sebagai pemegang
kendali, sebagai orbit semesta, dan bahwa segala sesuatu yang terjadi di
alam dapat dijelaskan. Tanpa ada tahayul atau misteri di dalamnya.
aku suka kata2nya jadi ini copas punya orang laiinnn: ini penulisnya yaa http://mywritingpaths.wordpress.com/2012/11/22/catatan-perjalanan-1-waktu/#comment-789
